Senin, 14 Oktober 2019

UJI TOKSISITAS

Toksisitas adalah suatu keadaan yang menandakan adanya efek toksik/racun yang
terdapat pada bahan sebagai sediaan single dose atau campuran. Toksisitas akut ini diteliti pada
hewan percobaan yang menunjukkan evaluasi keamanan dari kandungan kimia untuk
penggunaan produk rumah tangga, bahan tambahan makanan, kosmetik, obat-obatan, (Deisy dkk,
2010). Jumlah kematian hewan uji dipakai sebagai ukuran untuk efek toksik suatu bahan (kimia)
pada sekelompok hewan uji. Jika dalam hal ini hewan uji dipandang sebagai subjek, respon
berupa kematian tersebut merupakan suatu respon diskretik. Ini berarti hanya ada dua macam
respon yaitu ada atau tidak ada kematian (Deisy dkk, 2010).
Limbah yang masuk ke perairan, salah satunya adalah limbah yang berasal dari kegiatan
rumah tangga,yakni detergen cair, pembersih lantai, pewangi pakaian, pemutih pakaian dan
pembasmi serangga. Limbah-limbah tersebut memiliki kandungan zat kimian dengan konsentrasi
yang berbeda-beda dan kadar toksisitas yang berbeda.
Praktikum hari ini melakukan uji coba toksisitas ikan mas terhadap beberapa bahan yaitu
minyak jelantah, detergen, dan wipol. Ikan dimasukkan didalam baskom masing-masing 4 ekor
ikan mas
dan ditambah air. pH, DO diukur lalu untuk 0-5 menit pertama dilakukan pengamatan terhadap
adaptasi ikan. Bahan ditambahkan didalam baskom (detergen,minyak jelantah,wipol) yang sudah
dilarutkan dalam air dengan konsentrasi yang berbeda – beda. Perubahan yang terjadi diamati ,
untuk tiap detik, menit berapa jumlah ikan yang mati dan perubahan yang terjadi
Berdasarkan praktikum dan data yang telah didapat dari pengujian kuantitatif toksisitas
pada ikan mas dapat disimpulkan bahwa tingkat toksistas dari beberapa bahan yang di uji seperti
detergen cair, pembersih lantai, pewangi pakaian, pemutih pakaian dan pembasmi serangga
memiliki kandungan dan zat kimia yag berbeda-beda lama tingkat toksisitas terhadap lingkungan
terutama ekosistem perairan. Pembasmi serangga atau wipol memiliki tingkat toksisitas yang
tinggi dibandingkan dengan bahan-bahan yang lainnya sedangkan pewangi pakaian memiliki
tingkat toksisitas yang rendah.

Jumat, 20 September 2019


Petemuan 6 ini membahas tentang perhitungan timbunan sampah yang ada di lingkungan kampus sekolah vokasi IPB,diawali dengan pemberian materi mengenai Pengukuran timbunan dan komposisi sampah, dan dilanjutkan dengan praktikum di Lab Lingkungan. contoh timbulan sampah adalah sampah yang diambil dari lokasi pengambilan terpilih, untuk diukur volumenya dan ditimbang beratnya dan diukur komposisinya. Sampah sampah yang diukur saat praktikum yaitu sampah daun gedung CB, kertas CA dan LT , kertas CB, Plastik IPB Cilibende, Botol Kampus CA dan CB untuk kelas A1. Tujuan dari pengukuran komposisi sampah sendiiri sebagai pengangan pembangunan perkotaan dan Untuk mencapai kondisi masyarakat yang hidup sehat dan sejahtera di masa yang akan datang, akan sangat diperlukan adanya lingkungan permukiman yang sehat.

kelompok 5 mendapatkan bagian untuk mencari sampah botol plastic yang sudah tidak terpakai di sekitar lokasi sekolah vokasi gedung CA dan CB. Sampah botol plastik yang ditemukan dikumpulkan di dalam trash bag, setelah cukup sampah botol plastic tersebut dimasukkan ke dalam ember guna pengukuran banyaknya sampah botol plastic yang digunakan . Sampah botol plastik yang telah diukur dalam ember, lalu ditaruh kembali di trashbag sebelumnya lalu ditimbang. Kelompok 5 mendapatkan sebanyak 3 kg sampah botol plastik yang berasal dari gedung CA dan CB dengan volume sampah 0,304 m3 . Data-data yang sudah ditemukan tersebut, selanjutnya dihitung menggunakan rumus guna mengetahui nilai jumlah besaran suatu sampah yang dihasilkan per harinya di suatu lokasi. Nilai rata-rata Vs yaitu 0,0006375 m3, nilai rata-rata Bs yaitu 0,09575 kg dan %Bs yaitu 13,04%.

Jumat, 13 September 2019

EPANET

PERTEMUAN 5

Pertemuan 5 ini mata kuliah sanitasi dan toksikologi lingkungan mempelajari tentang EPANET,Epanet adalah suatu aplikasi yang berguna bagi distribusi air di suatu wilayah atau lokasi. EPANET (Environmental Protection Agency Network) adalah sebuah program computer (model) yang melaksanakan simulasi hidraulik dan perilaku kualitas air di dalam suatu jaringan pipa distribusi air minum (pipa bertekanan). Suatu jaringan distribusi air minum terdiri dari pipa- pipa, node (percabangan pipa), pompa, tangki air atau reservoir dan katup-katup. Output yang dihasilkan dari program EPANET antara lain debit yang mengalir dalam pipa (lt/dtk), tekanan air dari masing-masing titik/node/junction yang dapat dipakai sebagai analisa dalam menentukan operasi instalasi, pompa dan reservoir. Kegunaan program EPANET ini antara lain untuk mengetahui perkembangan dan pergerakan air serta degradasi unsur kimia yang ada dalam air di pipa distribusi (namun pada praktikum hari ini belum melakukan kegunaan program EPANET sebagai degradasi unsur kimia), program EPANET dapat digunakan sebagai dasar analisis dan berbagai macam sistem distribusi, detail desain, model kalibrasi hidrolik, analisa sisa khlor dan beberapa unsur lainnya serta program EPANET ini dapat membantu alternative strategis manajemen dalam sistem jaringan pipa distribusi air bersih. Saat praktikum melakukan 3 desain sistem distribusi air yang berbeda-beda dengan data yang digunakan juga berbeda,dalam pembelajaran Epanet ini sangat membantu mahasiswa serta belum ditemukannya kesulitan yang berarti.

Jumat, 06 September 2019

SANITASI TEMPAT MAKAN

PRAKTIKUM KE 4

Praktikum kali ini membahas tentang sanitasi di tempat makan,terdapat 5 tempat makan yang akan dibahas. Ruang narasi terletak di jl. Azimart no. 3,di ruang narasi terdapat indoor dan outdoor yang dibolehkan untuk merokok,di ruang narasi sampah yang ada dibawa setiap seminggu sekali oleh mobil sampah,dapur yang ada bersih serta penerangan dan ventilasi yang cukup memenuhi. Ruang narasi termasuk golongan A3 menurut kemenkes No. 1096 tahun 2011 . Kabita tempat makan yang terletak di jl. Lodaya,bahan yang dipakai dibeli langsung pada pagi hari di pasar Bogor,penyajian makan ditempat menggunakan piring sedangkan dibawa pulang menggunakan kertas nasi,sampah yang ada dibuang di tps lodaya serta menurut kemenkes No.1096 tahun 2011 warung makan kabita jauh dari hygienis dengan bobit total 39 dari 700. Kantin bagunde terletak di jl. Babakan no 2 gunung gede dengan jam buka dari pukul 06.00 pagi sampai 09.00 malam. Pencahayaan dan ventilasi cukup karena berada ditempat terbuka. Sampah diangkut setiap sehari sekali,jadi sanitasi di warung makan bagunde sudah baik 100%. Rumah makan minang family terletak di jl. Malabar dengan dapur masak tidak terdapat dilokasi yang sama . Sampah yang ada di buang ke tps sementara di malabar . Hasil sanitasi di rumah makan minang family menurut kemenkes no 1096 tahun 2011 memiliki bobot 33 dari 700. Warung bakso gatot kaca terletak di jl. Malabar ujung yang sudah berdiri dari 2006 dengan jam buka jam 10.00 pagi sampai 10.00 malam. Bahan makanan yang tidak habis seperti bakso diletakan kembali ke dalam freezer. Kondisi drainase disekitar bakso gatot kaca yaitu banjir dengan air sisa buangan langsung dibuang ke dalam drainase di depan tempat makan. Menurut kemenkes No. 1096 tahun 2011 warung makan bakso gatot kaca termasuk golongan A1.

Jumat, 30 Agustus 2019

PRAKTIKUM 3


Praktikum ke 3 ini membahas tentang hasil survey sanitasi terhadap perumahan yang ada di kota Bogor. Di kelompok 1 terdapat perumahan ciomas residence,bumi penggugah,bukit asri ciomas,ciomas hill,karina gardenis,cionas permai,dan bumi ciomas astri. Perumahan bumi penggugah merupakan perumahan yang paling bagus sanitasinya. Kelompok 2 mendapatkan 6 perumahan yaitu nuansa hijau,ciomas riverview,green hill,pondok permata hijau,ciomas village,dan perumahan muslimah. Dari ke 6 perumahan tersebut sanitasi yang paling bagus terdapat di perumahan ciomas river view. Kelompok 3 menemukan 5 perumahan yaitu perumahan nuansa hijau,green hill,ciomas river view,griya ciomas harapan, dan komplek kehutanan raksamala. Dari ke 5 perumahan tersebut sanitasi perumahan yang paling bagus yaitu ciomas river view. Kelompok 4 mendapatkan 7 perumahan diantaranya komplek kehutanan rasamala,rahayu grande ciomas,ciomas grande,nuansa indah ciomas,villa indah ciomas,griya town house,dan pondok kencana permai. Perumahan yang memiliki sanitasi paling buruk yaitu nuansa indah ciomas. Kelompok 5 mendapatkan 4 perumahan diantaranya cluster kota batu residence,cisehat park,green nirwana,cluster bedak putih 1. Dari ke 4 perumahan tersebut yg memiliki sanitasi paling bagus yaitu cluster kota batu residence. Nilai sanitasi diperumahan diliat dari kondisi bangunan,desain drainase,kondisi jalan,desain pengelolaan limbah,desain pengelolaan sampah,pertimhangan lain,kondisi proteksi kebakaran,kondisi penyediaan air minum,dan legalitas lahan.

Jumat, 23 Agustus 2019

PRAKTIKUM 2


Praktikum kali ini,kelas A1 melakukan presentasi dari setiap kelompok. Kelompok yang pertama tampil yaitu kelompok 4 dengan lokasi kampus IPB Baranangsiang,kelompok 4 menjelaskan tentang sanitasi di gedung pusat pembelajaran. Sanitasi dilihat toilet laki-laki dan perempuan,lorong kelas,ruang kelas,ventilasi,dan pengelolaan sampah. Dari 5 kriteria tersebut ventilasi memiliki nilai buruk karena ventilasi yang kotor baik di toilet maupun di ruang pembelajaran. Kelompok 2 membahas tentang sanitasi di Botani Square yang terdiri dari sanitasi di kamar mandi,tempat parkir,dan tempat pembelanjaan dari ketiga tempat tersebut memiliki sanitasi yang baik dengan nilai 90% . Kelompok 3 membahas tentang sanitasi di kantin empat IPB yang berada di jl. Selang,sanitasi dinilai terdiri dari bangunan kantin,kamar mandi,tempat cuci tangan,mushola,tempat wudhu,dapur,dan pembuangan aliran limbah. Nilai sanitasi untuk di kantin empat yaitu 45,5% karena fasilitas yang disediakan pada kantin 4 tidak memenuhi peraturan menteri kesehatan No. 1096 tahun 2011 terutama pada bagian dapur dan tempat sampah. Selanjutnya membahas tentang sanitasi di poliklinik sekolah vokasi IPB,sanitasi di poliklinik IPB memiliki sanitasi yang baik karena kebersihan juga terjaga dan tidak memiliki ventilasi karena memakai pendingin udara serta poliklinik IPB memiliki nilai sanitasi 95% . Kelompok terakhir yaitu kelompok 5 membahas tentang sanitasi di taman kencana. Sanitasi yang ada disana dilihat dari toilet,sampah,udara,pencahayaan,drainase. Dari kelima hal tersebut hanya toilet yang masih memiliki keadaan yang kurang karena tidak memiliki sabun,adapun nilai sanitasi untuk taman kencana adalah 95% .

Jumat, 16 Agustus 2019

PRAKTIKUM 1

Praktikum hari ini melaksanakan presentasi dari 5 kelompok,kelompok pertama membahas tentang ruang lingkup sanitasi dan toksikologi. Sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Sanitasi berhubungan dengan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia, serta pemeliharaan kondisi higienis melalui pengelolaan sampah dan limbah cair. Beberapa hal yang termasuk ruang lingkup sanitasi yaitu,Penyediaan air bersih,pengelolaan sampah,pengelolaan makanan dan minuman,pengawasan atau pengendaliaan serangga dan binatang pengerat,dan kesehatan dan keselamatan kerja. Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup. Kelompok kedua membahas tentang permasalahan-permasalahan dimasyarakat yang berhubungan dengan sanitasi,permasalahan yang sering terjadi ialah di pengelolaan sampah di masyarakat. Kelompok ketiga membahas tentang PAMSIMAS,PAMSIMAS adalah Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Kelompok keempat membahas tentang bentuk-bentuk sanitasi di tempat kerja dengan cara membuat jarak antar meja kerja,adanya tempat sampah di setiap sudut ruangan kerja,toilet kantor yang memiliki exhouse. Kelompok terakhir stunting yaitu adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Permasalahan sanitasi merupakan permasalahan yang mulai banyak terjadi di Indonesia perlunya kesadaran bagi setiap masyarakat sangat membantu untuk mengurangi sanitasi yang buruk.  

Rabu, 01 Mei 2019

PENGARUH BERBAGAI FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KEHIDUPAN HEWAN AKUATIK

Praktikum ini menggunakan Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang dapat digunakan sebagai bioindikator terhadap kualitas air. Uji yang dilakukan yaitu dengan penambahan suhu yang semakin tinggi sebesar 30 ͦ C . Ikan mas resisten terhadap perubahan lingkungan disekitar mereka oleh sebab itu,ikan ini sering dijadikan sebagai bioindikator Lingkungan. Suhu yang semula 18 ͦ C dan kemudian naik,ikan mas mengalami perubahan-perubahan tingkah laku yaitu ikan mas akan berenang secara mendatar dan akan bergerombol. jika suhu dinaikan menjadi lebih tinggi dari 30 ͦ C,ikan mas dapat mati . karna suhu optimum ikan mas hanya mencapai 30 ͦ C.

PEMBUATAN KOMPOS DENGAN BANTUAN ORGANISME CACING


Pembuatan Kompos dengan bantuan cacing dapat membantu proses lebih cepat serta adanya kandungan unsur hara yang lebih banyak. Praktikum ini dilakukan pada tanggal 20 April 2019,kompos yang terdiri dari dari kotoran sapi 2 ember,tanah,serasa daun kering yang harus diperkecil terlebih dahulu ukurannya agar lebih mempermudah proses penguraian,dan cacing sebanyak 50 jumlah. bahan yang sudah dicampurkan lalu dihitung kelembapan dan pH.,kelembapan yang didapat yaitu 55% dengan pH 7,5,akan tetapi seminggu kemudain dilakukan pengukuran didapat kelembapan yang optimal yaitu 60% dengan pH 7. Kompos yang baik harus memiliki suhu dan kelembapan yang sesuai ,salah satunya pH netral menandakan kompos sudah berproses dengan baik serta kelembapan antara50%-60% merupakan kelembapan optimum.

Rabu, 20 Februari 2019

ORGANISME AIR YANG BERPERAN SEBAGAI BIOINDIKATOR:PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR



Pada tanggal 13 Februari 2019,saya melakukan praktikum yang membahas tentang organisme air yang berperan sebagai bioindikator:palnkton sebagai bioindikator yang dilakukan dengan menggunakan plankton net serta dengan 3 lokasi. saya mendapatkan jenis plankton yaitu fitoplankton yang sebagaimana berperan untuk produsen utama dalam ekosistem air. indeks diversitas pada praktikum yang saya lakukan sebesar 0.962 yang berarti masih dibawah 1 atau rendah,maka keanekaragaman kecil dan kestabilan komunitas rendah atau dinyatakan tidak stabil. suhu dan ph sangat mempengaruhi jumlah serta pertumbuhan plankton pada ekosistem air .


AKTIVITAS HARIAN BEKICOT



Pada praktikum ekologi hewan tanggal 30 Januari 2019 program studi teknik dan manajemen lingkungan 54 mengadapan praktikum yang membahas tentang Aktivitas Harian Bekicot ( Archatina fulica). pratikum dilakukan selama 30 menit dengan rentang waktu selama 5 menit yang akan dicatat aktivitas apa saja yang dilakukan bekicot. bekicot merupakan hewan norkturnal yang melakukan aktivitas dimalam hari oleh sebab itu dilakukan 2 metode yaitu terang dan gelap. Hasil yang didapatkan bahwa bekicot dikondisi gelap memang lebih banyak beraktivitas dibanding siang hari,dilihat dari jauhnya bekicot berjalan serta makan. Kelembapan dan suhu juga mempengaruhi aktivitas bekicot dimana semakin tinggi kelembapan maka semakin jauh juga jarak perpindahan bekicot.